Warga Dihimbau Rayakan Tahun Baru Selesai Pukul Satu Dini Hari

BANDUNG, Prolitenews – Perayaan pergantian malam tahun baru warga Bandung dihimbau selesai di jam WIB. Karena jika lebih dari itu, maka petugas melakukan menyisir akan menghalaunya.

“Semuanya nanti kita harapkan selesai jam 1 malam. Jam 1 malam kita sudah melakukan pembersihan area supaya tidak ada kumpul-kumpul terlalu lama lagi,” tegas Wali Kota Bandung M Farhan usai monitoring di Balai Kota, Rabu (31/12/2026) malam.

Farhan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kepala Daerah (Kepolisian, TNI, Kejari, Danlanud, Danlanal, BIN, dan lainnya) berkeliling mulai dari pos pam stasiun Bandung, pos PAM Paskal 23 Hypersqure, pos PAM Asia Afrika, pos pam Braga hingga pos pam Jalan Sukarno.

Menurut Farhan hasil pantauan menunjukkan bahwa sejak tanggal 23 Desember, stasiun kereta api rata-rata menerima 20–30 ribu penumpang setiap hari. Jadi memang padat, namun berjalan lancar meriah dan tetap kondusif.

Bahkan kata Farhan, pihaknya sempat memantau bersama Kapolda dan Pangdam untuk meninjau langsung Ibu Kota Jawa Barat tersebut.

“Di stasiun tidak arahan khusus hanya penumpang datang setiap hari 20-30 ribu, sementara tempatnya relatif kecil, jadi memang ada sedikit kepadatan. Yang paling penting, tim kesehatan standby, karena kita tahu setelah perjalanan jauh biasanya ada penumpang yang mengalami gangguan kesehatan. Demikian juga di beberapa terminal besar seperti di Leuwi Panjang, serta di tempat-tempat hiburan seperti di Paskal dan di Jalan Asia Afrika, kondisinya terpantau baik,” ucapnya lagi.

Pos pam sendiri disebut Farhan ada 18 pos PAM.

“Seluruh Koramil dan Kapolsek juga standby. Pokoknya TNI-Polri serta seluruh jajaran Forkopimda sudah standby semua. Alhamdulillah tidak ada aneh-aneh, karena “jurig-jurig” Asia Afrika sudah terbiasa, jadi tidak terlihat aneh. Sudah joget semuanya,” paparnya.

Untuk pusat keramaian sendiri diakui Farhan masih di Asia Afrika.

“Namun dari sini kita akan langsung memecah pengawasan. Saya akan ke wilayah timur, Gedebage, sedangkan Pak Kapolres masih di tengah kota, terutama untuk Pasopati. Kita Jaga, bukan begadang,” tutupnya.

Laporan kewilayahan sendiri diakui Farhan berdasarkan pembaruan cuaca, Bandung akan sejuk dan di wilayah juga sejuk. Bahkan beberapa kecamatan, terutama camat dan lurah yang berada di 32 ruas jalan paling ramai semuanya kondusif.




Kompensasi Libur 2 Ribu Angkot Bandung Masih Dihitung

BANDUNG, Prolitenews – Wacana meliburkan angkot selama dua hari tanggal 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 masih dalam pembahasan.

Menurut Wali Kota Bandung M Farhan kemarin pihaknya tengah membahas detail kompensasi yang akan diberikan pemerintah kepada para sopir angkutan umum tersebut.

“Hari ini didetailkan oleh pemerintah provinsi, kita sudah mendaftarkan sekitar hampir angkot dan pengemudi angkot sedang diverifikasi,” ujar Farhan.

Lanjut Farhan, Verifikasi itu penting agar semua trayek dan sopir terdata semua.

“Nah itu lagi diverifikasi semuanya, baik data penerimanya maupun trayek-trayeknya.

Karena bagaimanapun juga kita mesti mempertimbangkan untuk yang ada di daerah pemukiman,” jelasnya.

Namun demikian ditegaskan Farhan bahwa angkot di kota Bandung selama dua hari itu resmi diliburkan.

“Resminya diliburkan. Untuk konvensasi, ya nanti lagi dihitung pemerintah provinsi,” tegasnya.




Pengunjung Bandung Zoo Membeludak, Petugas Sampai Tutup Buka

BANDUNG, Prolitenews– Antusias masyarakat Kota Bandung ataupun luar kota Bandung untuk mengunjungi taman satwa Bandung Zoo cukup tinggi pasca 5 bln tempat para satwa itu ditutup akibat pertikaian dua kubu pengelola.

Antusias itu terpantau Minggu (28/12/2025) dari pagi hingga siang hari warga baik menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, milik pribadi ataupun umum tampak memenuhi parkir areal Bandung Zoo.

Saking antusiasnya polisi sampai sempat menutup lokasi. Dan itu memicu warga yang tidak bisa masuk berteriak-teriak minta gerbang masuk segera dibuka. Bahkan ada orang tua saat pintu gerbang sedikit terbuka, nekat memasukan terlebih dulu anaknya lalu dia menggunakan sepeda motor menunggu diluar hingga pintu dibuka.

Ika (39) warga Banjaran mengaku tahu Bandung Zoo dibuka dari medsos selain itu Ika pun melihat video kondisi satwa yang terlihat kecil dan kurus.

“Kasihan hewannya jadi kita pengen lihat langsung. Kalau harus donasi 20 ribu gak keberatan saya itung-itung ngasih makan buat hewan,” ucap Ika bersama suami, anak, ayah, ibu dan saudara-saudaranya.

oplus_0

Hal sama disampaikan Gina Nurazijah (24) warga Buah Batu bersama 7 anggota keluarga lainnya langsung meluncur menggunakan mobil pribadi ke Bandung Zoo setelah melihat video di medsos. Namun saat melihat singa, Gina mengaku prihatin. Pasalnya sepasang singa itu tampak kurus dan kurang semangat.

Gina berharap pemerintah segera mencarikan solusi terkait Bandung Zoo dan membuka kembali.

“Kesini karena moment liburan. Sedih sih binatangnya kurus-kurus, binatang ukuran cukup malah kecil, harapan mudah-mudahan kedepan dibuka lagi, dibantu pemerintah dikembangkan lagi. Karena ini penting untuk pengetahuan anak-anak satwa. Ditutup sayang jadi mubajir,” tutupnya.




Bandung Zoo Jadi RTH, Dibuka Tanpa Dipungut Biaya

BANDUNG – Terkait dibukanya Bandung Zoo sejak tanggal 25 Desember 2025 oleh pengelola yayasan Margasatwa Tamansari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan tidak mempermasalahkannya.

Malah Kata Farhan sementara ini, Bandung Zoo menjadi ruang terbuka hijau (RTH) yang memang diperbolehkan untuk publik.

“Ya dibuka, dari Kementerian Kehutanan sudah komit sejak kemarin ya, sudah mulai memberikan pakan untuk satwa. Kemudian kebun binatangnya sendiri tetap dipertahankan sebagai ruang terbuka hijau untuk publik. Itu paling penting,” ujarnya.

Selain diperbolehkan untuk publik, salah satu lokasi wisata favorit warga Jabar kini dibuka tanpa dipungut biaya alias gratis.

“Jadi masih sebagai ruang terbuka hijau untuk publik. Boleh datang publik, kan ruang terbuka hijau. Kalau ruang terbuka hijau kan, yang pasti memang belum ada operasionalisasi menggunakan tiket,” ujar Farhan usai bebersih stadion Siliwangi, Minggu (28/12/2025).

Kata Farhan hal itu dikarena sengketa pengelolan yang tak kunjung selesai.

“Banyak masalah manajemennya. Tapi yang paling penting kesepakatan bersama dengan Sekda Jawa Barat adalah bahwa kita ingin memastikan tetap jadi ruang terbuka hijau publik, satu. Kedua, satwa tetap akan mendapatkan pakan yang baik dari Kementerian Kehutanan dan yang ketiga tentu saja nanti berdasarkan data itu pemerintah Kota Bandung akan meng-cover biaya operasional untuk para karyawan yang bekerja disana,” tegas Farhan.

Kedepannya pemerintah Kota Bandung kata dia, bersama Dinas Kehutanan Jawa Barat akan bersama-sama menjaga ruang terbuka hijau publik di Kebun Binatang tersebut.

Sementara itu Humas Yayasan Margasatwa Tamansari Sulhan Syafi’i mengatakan setelah beberapa hari dibuka. Pihaknya berencana Minggu ini menutup dan sudah diumumkan di medsos.

Tetapi pada jam pantauan security  internal Bandung Zoo di jalan hingga di gerbang masuk warga sudah berkerumun bahkan ditempat parkir motor mobil pun sudah banyak.

“Pada bilang kami pengen ke kebun binatang pengen lihat hewan, disitu sempat berdebat. Lalu kita rapat koordinasi dengan Dishub dan Polsek hingga akhirnya dipersilahkan dibuka,” ujar Aan sapaan akrabnya.

Untuk kali ini Bandung Zoo dibuka tanpa dipungut biaya alias gratis. Namun bagi warga yang ini memberi donasi tidak dilarang.

“Silahkan kalau mau berdonasi, yang nbawa sayur buah daging juga kita didepan ada tempat naro nya. Kalau donasi kan seikhlasnya jadi tidak kami tentukan ada yang datang 10 orang bayar 20 ribu bahkan 5 ribu,” tuturnya.

Aan mengaku tidak tahu sampai kapan penggratisan itu diberlakukan. Begitupun terkait besok dibuka atau tidak, karena pihaknya akan menunggu hasil evaluasi nanti sore untuk menentukan besok dibuka atau tidak.

“Nanti diumumkan karena kita kan harus koordinasi dengan aparat setempat, Polsek babinsa dan lainnya. Selain itu kita buka terbatas hanya dari jam 9-12,” paparnya.

Masih kata Aan untuk kenyamaan dan keamanan, petugas internal pun standby bahkan selama ditutup pun mereka lah yang memastikan pakan satwa terkontrol, halaman selalu disapi, toilet dibersihikan.

“Karena seharinya begitu, jadi tidak terlalu banyak yang disiapkan, hanya tidak ada pengunjung. Jadi idak terbengkalai ya cuma kotor oleh daun terutama di parkir Garuda sudah lama tak dibersihkan,” ujarnya.

Aan pun menyampaikan selama ditutup setiap hari medsos Bandung Zoo terus menerima 1500 lebih DM dari masyarakat yang ingin dan rindu berkunjung melihat hewan-hewan itu.

“Sudah banyak yang mendesak dibuka. Terbukti pagi tadi kita umumkan tutup tapi tetep datang kan. Kalau tak kunjung dibuka potensi sosial tinggi. Himbauan kami silahkan nikmati Bandung Zoo ini masih gratis, kalau mau donasi silahkan. Yang penting jaga kebersihan, kalau habis botram buang sampah dimasukin ke tong sampah jangan kasih makan satwa nikmati lah Bandung Zoo masih gratis, ” tutupnya.

 

 




Bebersih Stadion Siliwangi Tanda Sampah Ditangani Bersama

BANDUNG – Wali Kota BandungMuhammad Farhan menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih stadion Siliwangi sebagai pertanda bahwa masalah sampah itu nomor satu, tidak bisa sendiri-sendiri harus sama-sama.

“Ini sebetulnya ingin memicu bahwa dalam menangani masalah bersama. Karena masalah sampah jangan dianggap remeh.

Kalau kita biarkan, kita akan terus-menerus berada dalam posisi krisis sampah. Makanya ini mendorong semangat kita untuk menangani sampah sama-sama,” jelas Farhan disela bersih-bersih di Stadion Siliwang, Minggu (28/12/2025).

Selain itu, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk simbol dari warga kota Bandung di akhir tahun melakukan bersih-bersih.

“Kenapa yang dipilih Stadion Siliwangi, karena dua alasan pertama memiliki sejarah panjang dari lahirnya klub kebanggaan kota Bandung yaitu Persib yang semalam sudah resmi berada di posisi puncak. Ya mudah-mudahan berada di puncak terus dan ini sebagai salah satu bentuk rasa syukur kita bahwa Persib akan selalu berjaya di Liga Nasional,” ucapnya.

“Yang kedua Stadion Siliwangi ini adalah sebuah kompleks olahraga yang sekarang sudah berkembang menjadi pusat wisata olahraga terpadu integrative sport tourism. Anda perhatikan ya, disini ada banyak fasilitas olahraga, semua ada sepak bola ada, mau lari-lari ada, golf ada, berenang ada, padel ada, bowling ada, fitness ada, tenis ada, bulu tangkis ada, squash ada, basket juga ada jadi semuanya ada. Tempat kulinernya ada, tempat pamerannya ada bahkan hotelnya ada,” terangnya.

Karenanya Farhan akan mengumumkan dan lapor ke Pangdam guna menyampaikan bahwa Stadion Siliwangi ini secara faktual merupakan wisata olahraga terpadu ini dan ini adalah salah satu tujuan wisata utama di Kota Bandung.

“Nanti kita akan resmikan sesuai dengan pembicaraan dengan Pak Pangdam, kira-kira begitu,” tutupnya.

oplus_2

Ditempat yang sama Asisten Teritorial (Aster) Kodam III Siliwangi Kolonel Muhammad Iqbal Lubis mengapresiasi pembersihan di wilayah stadion Kodam 3 Siliwangi.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berlanjut terus dan ini juga bisa menjadi contoh peduli lingkungan tidak hanya di tempat ini saja tapi juga di tempat lain di wilayah Kota Bandung ini,” tegasnya.

Hal sama disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna. Pihaknya mengapresiasi langkah dari Wali Kota Bandung, M Farhan.

Ia mengajak warga semua membangun kesadaran bahwa ternyata kita punya spot area gitu ya yang luar biasa, yang komprehensif.

“Semua ada di sini, dan itu fasilitasnya punya Kodam III Siliwangi, jadi pasti membutuhkan kolaborasi baik dengan pemerintah maupun dengan masyarakat, terkhusus karena Bandung itu kan memang menjadi pusat wisata segala di Bandung, olahraga ada kuliner ada fashion ada belanja ada, wah pokoknya ada semua di Bandung. Selamat datang di Kota Bandung yang makin makin enakeun. Dan selamat buat Persib,” ujarnya.

Terkait sampah di kegiatan bersih-bersih ini kata Farhan akan dipilih terlebih dahulu mana yang organik dan tidak organik. Yang tidak organik akan dipilah lagi mana residu mana yang bisa di recycle. Yang residu langsung di bawa ke tempat pengolahan akhir, yang recycle langsung dibawa ke bank sampah, para penerima.

Kalau yang organik itu akan langsung diolah di titik-titik yang bebersih sekitar Stadion Siliwangi, ini dihadiri oleh banyak pihak, terdaftar kurang lebih 950 lebih peserta yang ikut bebersih hari ini, dari mulai komunitas, kemudian OPD, kemudian TNI, kemudian Polri, dan unsur-unsur yang lain.

oplus_2

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota (DLHK) Bandung Darto menambahkan peserta bebersih stadion Siliwangi kurang lebih 950 lebih peserta dari mulai komunitas, OPD, TNI, Polri, dan unsur-unsur yang lain.

Alasan dipilih stadion Siliwangi sendiri, kata Darto karena area ikonik dan pusat wisata olahraga. Selain itu dekat dengan pusat-pusat keramaian kota.

“Ini tempat yang tepat untuk menunjukkan bahwa kita peduli bersama-sama ya. Bukan cuma petugas penyampu Jalan yang peduli kitann semua peduli




Alun-alun Kota Bandung Bikin Kangen

BANDUNG, Prolitenews – Libur Natal 2025 dimanfaatkan ribuan wisatawan untuk berkunjung ke Alun-Alun Kota Bandung, Kamis (25/12/2025).

Bukan sekedar liburan namun mereka yang datang banyak juga yang datang merasa bernostalgia.

Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Mattila (53),  sengaja berkunjung ke Bandung untuk bernostalgia. Menurutnya Kota Bandung memiliki kenangan tersendiri karena ia pernah menempuh pendidikan di kota ini.

“Nostalgia kesini tuh, dulu saya kuliah di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tadi ke Jalan Braga, naik delman, foto-foto di kawasan Asia Afrika, lalu ke Alun-Alun. Kulinerannya makan baso cuanki,” ujar Mattila saat ditemui di Taman Alun-Alun Kota Bandung, kamis (25/12/2025).

Bagi dia, suasana Kota Bandung selalu menghadirkan kerinduan. Terlebih dia sudah  lama tidak berkunjung dan momen libur Natal ini dia datang kembali.

“Alhamdulillah, Kota Bandung luar biasa. Pokoknya Bandung itu bikin kangen. Sudah lama tidak ke sini, dan pas datang lagi suasananya masih menyenangkan, apalagi pas liburan,” tuturnya.

Mattila menambahkan, kunjungannya ke Bandung kali ini hanya transit. Ia bersama keluarga berencana melanjutkan perjalanan menuju Ciamis untuk bermalam.

“Kita baru datang, rencananya hanya transit di Bandung. Setelah dari sini, nanti lanjut ke Ciamis untuk nginep. Tapi mampir dulu ke teman di Rancaekek, diminta makan dulu disana,” tandasnya.




Forkompinda Kota Bandung Monitoring Sejumlah Gereja

BANDUNG, Prolitenews–  Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama tokoh agama  dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda)  melakukan monitoring keamanan perayaan natal ke sejumlah gereja.

“Ya, alhamdulillah. Ini kita keliling-keliling ke gereja dan ini gereja yang kelima dalam rangkaian Natal, kita memastikan bahwa semua perayaan Natal itu sesuai dengan niat baik dan juga tercapai tujuannya agar ibadahnya lancar, perayaan juga mengembirakan untuk semua orang,” ucap Farhan di sela monitoring Gereja Injil Indonesia (GII) Hok Im Tong, Jl Gardu Jati, Kamis (25/12/2025).

Lanjutnya, Forkopimda Kota Bandung sendiri sudah bergerak di wilayah kerja masing-masing sembari nanti akan terus komunikasi memastikan bahwa kota Bandung aman untuk perayaan Natal 2025.

“Yang paling penting adalah mari kita rayakan Natal ini dengan penuh hikmat, penuh kesederhanaan karena sesuai dengan tema Natal kan, untuk keluarga mari kita fokus pada keluarga, tapi pada saat bersamaan juga, kita mulai memasuki pekan puncak libur Nataru, kita akan jaga,” tegasnya.

Bahkan khusus seminggu ini kata Farhan pihaknya akan lakukan patroli parkir liar. Semua patroli parkir liar akan dilakukan penindakan tegas.

“Ketegasan seperti yang terjadi di Braga yang sudah dimention oleh Pak Deddy Mulyadi. pelakunya sudah dihukum ditindak langsung oleh Polsek sesuai dengan hukum yang ada,” ucapnya.




Gereja Katedral Sebut Tema Natal Tahun Ini Keluarga

BANDUNG, Prolitenews – Gereja Katolik Ketedral Bandung Santo Petrus menggelar misa atau doa bersama jelang perayaan natal pada tanggal 25 Desember 2025 besok.

Perwakilan Pastoran, Fr. Marchelino Joshua mengatakan tema natal tahun ini adalah “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

Secara khusus natal kali ini dirayakan di dengan harap bisa membawa dampak baik dan bisa membawa perkembangan bagi keluarga-keluarga katolik.

“Untuk kepedulian lingkungan hidup sendiri seperti tercermin dalam aturan-aturan yang kami tetapkan, contohnya ketika masuk ke komplek ini tidak diperkenankan menaruh botol plastik karena sudah disediakan sumber air minum yang ada didalam gereja,” jelasnya.

Selain peduli lingkungan hidup, tema natal kali ini untuk juga meningkatkan simpati jamaat gereja kepada mereka yang saat ini sedang tertimpa bencana.

“Tetapi untuk penyaluran bantuannya kami ada lembaga khusus sendiri sehingga terpisah dari acara natal ini,” ucapnya.

Jadwal misa sendiri kata Marchelino tanggal 24 dan 25 dilakukan 4 kali misa. Pada tanggal 24 misa dimulai dari jam 3 sore, 6 sore, 9 malam, dan terakhir jam setengah 12 malam.  Besoknya tanggal 25 dimulai dari jam 6, 9, 12, dan jam 5 sore.

Selain tema di gereja Katolik Ketedral ini selalu jadi ikon tiap tahun adalah pohon natal. Pohon natal setinggi 16 meter kali ini dihiasi dengan instrumen dan alat musik.

“Sebagaimana sebuah orkestra itu diisi oleh instrumen dan alat musik. Nah itu juga terjadi dalam keluarga itu tersusun dari elemen-elemen unik, punya peran masing-masing, punya kekuatan masing-masing sehingga terbentuk lah organisme yang dinamakan keluarga. Pohon natal itupun ingin menyampaikan itu semangat kekeluargaan yang seperti itu, bahwa keluarga memang tercipta dari hal-hal berbeda dari unsur-unsur yang unik yang memiliki ciri khas masing-masing namun dari keunikan itulah lalu muncul sesuatu yang indah,” ujarnya seraya mengatakan sekali misa pihaknya menyiapkan 4500 kursi untuk jemaat.

 

 




Ide Angkot Diliburkan, Farhan Akan Kaji Terlebih Dulu

Pejabat Jadi Tersangka, Wali Kota Bandung Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan Normal (dok Pemkot Bandung).

BANDUNG, Prolitenews – Ide Gubernur Dedi Mulyadi terkait wacana angkot di Kota Bandung diliburkan selama dua hari guna atasi kemacetan. Wali Kota Bandung M Farhan mengaku masih harus membahas terlebih detail.

“Karena bagaimanapun juga ini merupakan salah satu solusi yang secara serius harus kita perhatikan harus kita sikapi. Jadi idenya terpicu dari empat hari tidak ada angkot di jalur Bogor puncak ya dan itu ternyata memperlancar nah faktanya memang sekarang ini banyak sekali wisatawan yang hadir ke Bandung itu menggunakan kendaraan pribadi jadi mau tidak mau ruang jalan harus diberikan kepada para pengguna kendaraan pribadi,” ujar Farhan di balai kota, Selasa (23/12/2025).

Tapi pada saat bersama kata dia angkot harus bisa menyesuaikan diri.

“Nah nanti kita akan berbicara, yang pertama dengan satlantas Polrestabes yang kedua dengan Dishub Kota Bandung yang ketiga secara bersamaan juga dengan koperasi operator angkot ada tiga di kota Bandung, nah nanti kita akan bicara menentukan, bentuknya apakah pembatasan total, pembatasan terbatas jam-jam tertentu karena ada perbedaan karakteristik jalan kalau jalur Bogor puncak itu kan lurus satu naik satu turun, Bandung kan gak yang rame Asia Afrika, Braga, Jalan RE Martadinata, Dago, nah yang lain tentu tidak,” ungkapnya.

Farhan juga mengaku belum mengetahui terkait anggarannya seperti apa dan dari mana.

Kata Farhan harus memperhatikan wilayah  Cicaheum, Cibiru, Bandung Kidul, dan wilayah Bandung lainnya dan bukan hanya pusat kota saja.

“Jadi bagaimanapun juga, ini merupakan sebuah penyampaian dari Pak Gubernur untuk mengantisipasi agar kemacetannya tidak terlalu dahsyat saat liburan. Konsekuensi lainnya adalah karena kita memberi ruang lebih besar kepada kendaraan pribadi di wilayah-wilayah tujuan wisata di Kota Bandung, maka hal pertama yang langsung kita jaga betul-betul adalah masalah parkir,” tuturnya.

“Keberadaan parkir liar yang suka mengetok harga akan kita sikat habis-habisan bersama kepolisian, Satpol PP, dan juga teman-teman yang biasa kreatif menjadi pembantu perparkiran. Mereka akan kita ajak dialog agar tidak lagi melakukan pengetokan kepada para pengguna parkir. Saya kira itu hal penting yang perlu disampaikan,” tegasnya.

Kompensasi yang akan diberikan pada para sopir angkot sendiri kata Farhan usulan Gubernur Rp500 ribu untuk dua hari. Dan diusulkan dibagi dua, Pemkot Bandung separuh dan provinsi separuh.

Karenanya, pihaknya sedang menghitung ulang terlebih saat ini anggarannya belum ada.

“Setahu saya, baru hari ini akan dirapatkan. Hari ini baru akan tahu anggarannya dari mana. Berapa besar anggarannya juga belum tahu. Perkiraannya angkot, apakah betul atau ada yang lain,” ujarnya.

Masih kata Farhan, pihaknya harus menghitung terlebih. Pasalnya jika sampai di wilayah-wilayah wisata itu tidak ada angkot, maka orang-orang, para pekerja contohnya penjaga warung kopi, penjaga restoran mungkin tidak semuanya punya motor dan biasa menggunakan angkot.

“Itu harus dipikirkan, saat mereka menuju tempat kerja harus menggunakan apa. Padahal kalau pakai ojek online, belum tentu harganya semurah angkot. Makanya kita akan bahas dulu. Pembahasannya tidak hanya dengan pemerintah, tapi juga dengan koperasi-koperasi operator angkot, termasuk para pemilik angkot, untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun layanan publik yang terganggu,” tegasnya.

Farhan kembali menegaskan pun belum tahu terkait pengalokasiannya kemana, kata dia kalau ke koperasi, maka koperasi secara administratif harus menyiapkan daftar, tanda terima, dan lain-lain. Kalaupun langsung ke sopir, maka administrasinya akan panjang karena ribuan orang.

“Kita mau memastikan bahwa orang yang menerima ini benar-benar sopir angkot. Karena kita tidak pernah tahu. Katakanlah syaratnya harus pakai SIM A Umum atau SIM B Umum, belum tentu semua punya SIM umum. Tiba-tiba datang mengaku sopir angkot, tapi SIM-nya masih SIM A biasa. Nah, itu masalah administrasinya yang mesti betul-betul dibereskan,” paparnya seraya mengatakan sesuai usulan Gubernur libur angkot dimulai tanggal 31 dan 1 Januari, sehingga pihaknya masih punya waktu beberapa hari untuk menentukan dengan cepat.




Buruan SAE, Revolusi Ketahanan Pangan Kota Bandung

Buruan SAE, Revolusi Ketahanan Pangan Kota Bandung

BANDUNG. Prolite – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menginisiasi Buruan SAE sebagai strategi ketahanan pangan berbasis keluarga.

Bahwasanya kota Bandung sebagai kota metropolitan menghadapi fakta bahwa 96,42% kebutuhan pangannya dipasok dari luar daerah. Hal ini membuat kota sangat rentan terhadap inflasi dan gangguan distribusi.

Buruan SAE hadir di tengah padatnya pemukiman dan gedung-gedung tinggi Kota Bandung. Buruan SAE sebuah gerakan hijau tumbuh subur dari balik pekarangan rumah warga. Gerakan ini bukan sekadar hobi berkebun biasa, melainkan sebuah revolusi pangan perkotaan yang kini dikenal luas.

Di balik kesuksesan program yang telah diadopsi oleh ratusan kelompok tani ini, sosok inovator yang visioner Ir. Gin Gin Ginanjar, , menyampaikan bahwa “Buruan SAE” diambil dari bahasa Sunda; Buruan berarti halaman atau pekarangan, sementara SAE adalah singkatan dari Sehat, Alami, dan Ekonomis.

Buruan SAE

Program ini bukan hanya soal menanam sayur, tetapi sebuah siklus pertanian terintegrasi yang melibatkan delapan aktivitas utama, mulai dari budidaya tanaman pangan, peternakan, perikanan, pengolahan sampah organik (kompos), hingga pengolahan hasil panen buruan sae menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi.

“Kini, lebih dari 555 kelompok tani telah mengadopsi model ini di berbagai penjuru Bandung. Keberhasilannya tidak lepas dari penerapan nilai-nilai “BerAKHLAK” dalam birokrasi, di mana ASN berperan bukan sekadar sebagai regulator, melainkan aktor kunci dan pendamping yang turun langsung ke lapangan, ” ujar pria kelahiran Bandung pada 9 Desember 1966.

Gin Gin merupakan putra daerah ini memahami betul denyut nadi kotanya, sejak perjalanan akademisnya di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diselesaikan pada tahun 1993, serta gelar Master of Engineering dari UIM IHE-DELFT Belanda tahun 2000, membekalinya dengan keahlian teknis yang mumpuni di bidang pangan dan manajemen perkotaan.

Sebelum memimpin DKPP, Gin Gin telah melanglang buana di berbagai posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, mulai dari BAPPEDA, Setda, Dinas Pertamanan hingga Badan Kepegawaian. Pengalaman lintas sektoral inilah yang membuatnya mampu melihat tantangan ketahanan pangan bukan hanya dari sisi teknis pertanian, tetapi juga dari perspektif kebijakan publik dan pemberdayamasyarakat.

Progam buruan SAE sendiri telah menorehkan prestasi hingga menembus dunia. Dedikasi Gin Gin tidak hanya diakui di tingkat lokal, tetapi juga internasional. Di bawah kepemimpinannya, program Buruan SAE membawa Kota Bandung meraih pengakuan global di ajang Milan Pact Awards.

Tahun 2022, Meraih Special Mention untuk Kategori Produksi Pangan di Rio de Janeiro, Brazil, dan bulan Oktober 2025, Kembali meraih Special Mention untuk Kategori Food Waste. Di tingkat nasional, ia pun dinobatkan sebagai Juara 1 PNS Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Kategori Inovatif pada tahun 2023 dan terpilih sebagai finalis ASN Berprestasi Nasional pada 2024. Berbagai penghargaan seperti Piala Pinunjul dari Bank Indonesia juga menjadi bukti nyata perannya dalam menekan inflasi melalui kemandirian pangan warga.

“Buruan SAE lebih dari sekadar program pemerintah ini adalah gerakan budaya. Saya bercita-cita menjadikan Bandung sebagai kota yang tidak hanya cantik, tetapi juga tangguh dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, komunitas, pengusaha, hingga media, ia terus mendorong agar setiap jengkal lahan di Bandung bisa memberikan nilai manfaat bagi warganya,” harapnya.

Dengan kerendahan hati dan semangat melayani yang tinggi, Gin Gin Ginanjar telah membuktikan bahwa dengan inovasi yang tepat dan komitmen yang kuat, ketahanan pangan bukan lagi mimpi bagi masyarakat perkotaan. Sosoknya menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa perubahan besar seringkali dimulai dari halaman rumah sendiri.