Contohnya:
- Sama-sama ingin menikah atau sama-sama belum ingin menikah
- Sepakat soal prioritas karier vs keluarga
- Punya gaya komunikasi yang sehat
- Nilai moral dan prinsip hidup tidak saling bertabrakan
Penelitian relasi pasangan hingga 2025–2026 terus menunjukkan bahwa hubungan yang bertahan lama bukan yang paling “romantis”, tapi yang paling adaptif dan suportif secara emosional.
Jadi kalau kamu merasa nyaman, bisa jadi diri sendiri, dan tidak perlu “berjuang” menjadi orang lain demi diterima — itu tanda compatibility mulai bekerja.
Mengapa Hubungan Penuh “Spark” Belum Tentu Bertahan?
Banyak hubungan dimulai dengan intensitas tinggi lalu meredup cepat. Kenapa?
Karena spark tidak selalu dibarengi fondasi.
Chemistry bisa muncul karena:
- Pola attachment yang saling memicu
- Ketertarikan fisik kuat
- Tantangan atau dinamika push-pull
- Ilusi kesamaan karena fase awal masih idealisasi
Dalam fase awal jatuh cinta, otak kita cenderung melakukan idealisasi pasangan. Kita melihat yang baik-baik saja, dan mengabaikan red flags kecil. Setelah fase euforia menurun (biasanya 6 bulan–2 tahun), barulah realitas terlihat lebih jelas.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan