Secara biologis, ketertarikan memicu pelepasan dopamin (hormon reward), norepinefrin (meningkatkan fokus dan energi), serta oksitosin (hormon bonding).
Penelitian dari berbagai jurnal psikologi sosial menunjukkan bahwa fase awal jatuh cinta seringkali mirip dengan “dopamine rush” — bikin kita merasa euforia, semangat, dan sulit berhenti memikirkan seseorang.
Makanya, chemistry sering terasa seperti:
- Obrolan mengalir tanpa dipaksa
- Kontak mata terasa intens
- Ada rasa “klik” yang sulit dijelaskan
- Deg-degan setiap kali mau ketemu
Tapi penting diingat: chemistry itu reaksi awal. Ia kuat, tapi belum tentu stabil.
Pentingnya Nilai dan Tujuan Hidup yang Selaras (Compatibility)
Kalau chemistry adalah percikan api, compatibility adalah bahan bakarnya.
Compatibility secara psikologis merujuk pada keselarasan nilai, gaya hidup, visi masa depan, cara mengelola konflik, dan kebutuhan emosional. Dalam teori hubungan jangka panjang, kesamaan nilai inti (core values) terbukti menjadi salah satu prediktor stabilitas relasi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan