Ia merasa bersyukur dapat membagikan sisi paling rentan dari dirinya melalui musik.

Pernyataan itu mungkin menjadi alasan mengapa lagu ini terasa sangat personal namun tetap mudah terhubung dengan banyak orang.

Karena pada akhirnya, hampir semua orang pernah mengalami hubungan yang meninggalkan jejak emosional.

Dan terkadang, musik menjadi salah satu cara paling aman untuk menghadapi perasaan yang sulit dijelaskan.

Lewat Blood From A Stone, Bishop Briggs tidak hanya merilis lagu baru, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang hubungan, luka emosional, dan proses melepaskan masa lalu.

Kolaborasinya bersama K.Flay dan Jason Suwito menghadirkan warna emosional yang kuat, sementara visualisator garapan Fernanda Vega mempertegas atmosfer melankolis yang dibangun lagu ini.

Bagi penggemar Bishop Briggs, single ini terasa seperti pengingat mengapa musiknya selalu punya tempat tersendiri.

Sementara bagi pendengar baru, Blood From A Stone bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal sisi paling jujur dari seorang Bishop Briggs.

Ananditha Nursyifa
Editor