Memahami Kreativitas dalam Psikologi: Belajar dari Ellis Paul Torrance
Prolite – Pernah merasa, “Aku bukan orang kreatif”? Atau mungkin kamu melihat anak yang lebih suka menggambar, membuat cerita sendiri, atau punya jawaban yang “beda” lalu langsung menyebutnya kreatif?
Dalam psikologi, kreativitas ternyata tidak sesederhana itu. Salah satu tokoh yang banyak berkontribusi dalam memahami kreativitas adalah E. Paul Torrance, psikolog sekaligus peneliti pendidikan asal Amerika Serikat. Melalui penelitiannya, Torrance menunjukkan bahwa kreativitas bukan sekadar bakat bawaan, tetapi kemampuan yang dapat dikenali, dikembangkan, dan dilatih.
Gagasannya kemudian melahirkan salah satu alat ukur kreativitas yang paling dikenal dalam psikologi pendidikan, yaitu Torrance Tests of Creative Thinking (TTCT).
Mengenal Torrance Tests of Creative Thinking
TTCT dikembangkan Torrance sejak dekade 1960-an untuk melihat bagaimana seseorang menggunakan kemampuan berpikir kreatif. Tes ini tidak sekadar bertanya, “Seberapa pintar kamu?”, melainkan lebih tertarik pada bagaimana seseorang menghasilkan dan mengembangkan ide.
TTCT memiliki bentuk verbal dan figural. Dalam tugas verbal, seseorang dapat diminta membuat pertanyaan, memikirkan kemungkinan, atau mencari berbagai cara untuk memperbaiki sesuatu. Sementara dalam tugas figural, peserta dapat diminta melengkapi gambar atau mengembangkan bentuk tertentu menjadi sebuah karya.
Jadi, kreativitas tidak harus selalu terlihat dalam bentuk lukisan bagus atau kemampuan bermain musik. Cara seseorang menemukan kemungkinan baru dalam menghadapi masalah juga merupakan bagian penting dari kreativitas.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan