Salah satu kekuatan terbesar Bishop Briggs memang terletak pada cara ia menulis lirik.

Ia dikenal mampu mengubah pengalaman personal menjadi sesuatu yang terasa universal bagi pendengarnya. Hal yang sama kembali terlihat dalam Blood From A Stone.

Nuansa liriknya tidak terdengar dramatis secara berlebihan, tetapi justru terasa dekat dan manusiawi. Banyak bagian lagu yang menggambarkan rasa lelah emosional, kehilangan, hingga usaha untuk berdamai dengan masa lalu.

Di era sekarang, ketika banyak orang mulai lebih terbuka membicarakan kesehatan mental dan trauma emosional, lagu seperti ini terasa semakin relevan.

Tidak sedikit pendengar yang merasa lagu-lagu Bishop Briggs seperti “teman” yang memahami perasaan mereka.

Visualisator yang Penuh Atmosfer

Bersamaan dengan perilisan lagunya, Bishop Briggs juga merilis video visualisator yang disutradarai Fernanda Vega.

Visualnya tampil minimalis tetapi emosional, dengan atmosfer gelap dan sinematik yang memperkuat nuansa lagu.

Ananditha Nursyifa
Editor