“Melalui manasik ini, kami ingin memastikan jamaah mampu melaksanakan ibadah haji secara mandiri, sehingga tidak selalu bergantung pada pembimbing. Selain itu, kami juga mendorong terwujudnya kesuksesan ekonomi haji, di mana kebutuhan jamaah dapat dipenuhi oleh produk dalam negeri, termasuk dari pelaku UMKM lokal,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap ibadah haji juga membawa dampak pada perubahan perilaku jamaah ke arah yang lebih baik, baik dalam aspek ibadah maupun kehidupan sosial. “Setiap tahun Kabupaten Bandung mengirimkan cukup banyak jamaah. Kami berharap mereka pulang dengan membawa nilai-nilai positif yang dapat memperkuat peradaban di daerah,” tambahnya.

Mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”, kegiatan ini juga menyoroti tingginya jumlah jamaah lanjut usia yang berusia di atas 64 tahun mencapai sekitar 30 persen. Oleh sebab itu, ia mengajak jamaah lainnya untuk saling membantu dan meningkatkan kepedulian selama pelaksanaan ibadah.

Rizki Oktaviani
Editor