Selain menggelar pemeriksaan kesehatan hewan, vaksin dan sterilisasi gratis, juga melakukan penangkapan kucing liar bersama-sama aparat kewilayahan dan masyarakat.
“Biasanya ada RW, ada RT yang ikut mendampingi kita untuk memastikan bahwa kucing-kucing tersebut memang kucing-kucing yang liar tidak ada pemilik. Nanti cek kesehatan, kalau sehat lalu kami lakukan sterilisasi di kantor, terus dilakukan juga pemeliharaan pascasterilisasi. Setelah betul-betul pulih 7-10 hari lukanya sembuh, nanti kita kembalikan lagi bersama aparat kewilayahan dan warga di lingkungan awal kucing tersebut diambil,” jelasnya.
Berkat aksi ini, kata Wili sapaan akrabnya, di Kota Bandung tidak ditemukan kasus rabies, selain itu juga pemahaman masyarakat terhadap penyakit rabies menjadi lebih baik lagi.
“Sehingga kita bisa bersama-sama menjaga Kota Bandung dari potensi penularan penyakit asal hewan, terutama yang bersifat zoonosis tadi, kayak rabies salah satunya,” tegasnya.



Tinggalkan Balasan