Hal ini membuat penonton justru ikut merasa iba di tengah teror yang terjadi.

Horor Indonesia Semakin Berani Bereksperimen

Kehadiran Badut Gendong juga menunjukkan bagaimana industri horor Indonesia kini semakin berani mengeksplorasi tema yang lebih kompleks.

Horor lokal tidak lagi hanya bergantung pada hantu tradisional atau jumpscare semata. Banyak sineas mulai menggabungkan isu trauma, konflik sosial, kritik kekuasaan, hingga kesehatan mental ke dalam cerita mereka.

Fenomena ini juga sejalan dengan tren horor global beberapa tahun terakhir yang mulai mengarah pada elevated horror atau horor dengan lapisan emosional dan psikologis lebih dalam.

Melalui Badut Gendong, Charles Gozali tampaknya ingin menunjukkan bahwa horor bisa menjadi medium untuk membicarakan luka manusia, kemarahan sosial, dan rasa kehilangan yang sulit disembuhkan.

Dan jujur saja, justru karena terasa begitu dekat dengan realitas itulah film ini menjadi jauh lebih menyeramkan.

Ananditha Nursyifa
Editor