Ia mengakui masih adanya kelompok masyarakat yang menolak imunisasi karena perbedaan pandangan maupun pengaruh informasi yang tidak tepat.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah atau tenaga kesehatan semata.
Dibutuhkan keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, Posyandu, akademisi, media, hingga pengurus kewilayahan seperti RW untuk membangun kesadaran bersama.
“Kerja sama 360 derajat menjadi sangat penting agar anak-anak kita tidak kehilangan hak mendapatkan imunisasi dasar,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono mengingatkan, Indonesia masih menghadapi ancaman serius akibat tingginya jumlah anak yang belum tersentuh imunisasi.
Ia menyebut pada tahun 2025 terdapat sekitar 2,3 juta anak di Indonesia yang masuk kategori zero dose. Anak-anak tersebut belum mendapatkan imunisasi campak, polio, DPT, maupun imunisasi dasar lainnya.




Tinggalkan Balasan