BANDUNG, Prolite – Selama musim kemarau tahun 2026 ini, kebakaran lahan terjadi sebanyak 28 titik. Sedang total kebakaran selama kekeringan di kota Bandung tercatat ada 59 kali kejadian. Ke-28 kejadian itu di antaranya terjadi di lahan kosong tidak terurus.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kurniawan Jusup menyampaikan penyebab kebakaran umumnya karena aktivitas manusia, seperti membakar sampah secara sengaja dan sembarangan, selain itu ada juga akibat anak-anak bermain api.
“Meskipun kebakaran dapat membersihkan lahan, dampak negatifnya termasuk pencemaran udara dan biaya pemadaman ditanggung pemerintah,” ujarnya.
Saat ini, meskipun sudah ada hujan di beberapa titik, namun potensi kekeringan diprediksi akan berlanjut hingga bulan September.
Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga, serta berpartisipasi dalam upaya pencegahan kebakaran.
“Kami sudah rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk relawan pemadam kebakaran. Jadi saya sampaikan terkait dengan kekeringan ini kita berupaya untuk melakukan mitigasi dan sosialisasi setelah edukasi kepada masyarakat karena memang kondisi cuaca yang demikian kering, kemudian juga menurut catatan BMKG bahwa puncak kemarau itu akan terjadi di bulan Juli, Agustus, September,” jelas Kurniawan.



Tinggalkan Balasan