Mengenal Sosok Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan 2 TNI yang Tewas di Lebanon
Prolite – Mengenang sosok Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar tentara yang gugur di Lebanon saat melakukan misi perdamaian pada Senin (30/3).
Tiga Tentara Nasional Indonesia (TNI) di kabarkan tewas saat sedang bertugas di Lebanon Selatan atau wilayah penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Diketahui ketiga korban tewas tersebut ada Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon (28), Kapten Inf Zulmi Aditya (33) dan Sersan Satu (Sertu) Anumerta Muhammad Nur Ichwan (26).
Bukan hanya itu diketahui masih ada beberapa personel lainnya yang mengalami luka-luka dan sudah menjalani perawatan.
Saat kejadian Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Ichwan sedang menjalanakan tugas pengawalan konvoi logistik pasukan UNIFIL.

Kejadian yang menewaskan prajurit terbaik Indonesia ini terjadi pada hari Senin 30 Maret 2026 pukul 11.00 waktu setempat.
Insiden tersebut mebuat duka yang mendalam bagi istri dan keluarga yang di tinggalkannya.
Hingga akhirnya pada Sabtu, 4 April 2026 jenazah Kapten Inf Zulmi Aditya tiba di rumah duka di Kota Cimahi Jawa Barat.
Suasana duka semakin terasa ketika jenazah sang Kapten tiba di rumah duka untuk nntinya di semayamlan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung.
Di mata keluarga, Zulmi Aditya Iskandar bukan hanya seorang prajurit, melainkan juga anak yang saleh, penurut, dan menjadi kebanggaan keluarga hingga akhir hayatnya. Kabar duka dari Lebanon pertama kali diterima keluarga pada Senin (30/3/2026) malam.
Hal itu disaksikan keluarga yang melihat bagaimana tumbuh kembang Zulmi sedari kecil.
Kakak sepupunya, Risman Efendi, mengatakan almarhum merupakan sosok anak dan adik yang selalu menjadi kebanggaan keluarga.
“Ya dia sosok adik dan anak yang sampai detik terakhirnya sangat jadi kebanggaan kami di keluarga ya. Dia ini memang saleh, selalu bicara soal agama. Makanya, kami sangat kehilangan,” ucap Risman di rumah duka, Rabu (1/4/2026).
Zulmi Aditya Iskandar menempuh pendidikan dasar di Kota Bandung, kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 2 Cimahi dan SMAN 3 Cimahi.
Setelah lulus sekolah menengah atas, ia mendaftar Akademi Militer dan langsung lolos pada percobaan pertama.
“Mungkin karena orangtuanya TNI, kemudian kakaknya juga di AU, dia lalu termotivasi daftar TNI. Dia Akmil 2015, sejak awal dinas di Kopassus Grup 2/Para Komando, dinas di Lebanon baru kali ini,” kata Risman.
Selama bertugas sebagai bagian dari Satgas TNI Konga XXIII-S UNIFIL sejak sekitar satu tahun terakhir, Zulmi disebut selalu menyempatkan diri mengabari keluarga di rumah.
“Terakhir kirim foto sama rekannya di sana. Ya kalau komunikasi dia tanya keluarga di sini bagaimana, terus selalu minta didoakan sama keluarga,” tutur Risman.



Tinggalkan Balasan