Ini bukan sekadar gimmick visual, tapi metafora yang cukup dalam soal bagaimana seseorang bisa kehilangan koneksi dengan emosinya sendiri. Bahkan bisa dibilang, ini relate banget sama banyak orang dewasa yang hidupnya ‘baik-baik saja’ tapi terasa hampa.

Cari Inspirasi atau Cari Sensasi?

Untuk keluar dari kebosanan, Yumi mencoba melakukan hal ekstrem—skydiving. Harapannya jelas: memicu kembali emosi dan menemukan inspirasi untuk novel berikutnya.

Dan memang, sesaat setelah lompat dari pesawat, emosinya sempat ‘nyala’. Tapi sayangnya, efek itu nggak bertahan lama. Begitu kembali ke tanah, semuanya terasa datar lagi. Hal yang sama juga terjadi saat Yumi pergi ke Eropa. Secara visual indah, tapi secara emosional? Kosong.

Ini jadi poin menarik bahwa pengalaman baru tidak selalu menjamin perubahan emosional. Kadang, masalahnya bukan di lingkungan, tapi di dalam diri sendiri.

Masuknya Shin Soon Rok: Si “Dingin” yang Bikin Panas

Ananditha Nursyifa
Editor