Selain itu, wraith juga sering diasosiasikan dengan emosi negatif yang kuat, penyesalan, dendam, atau kesedihan mendalam. Dalam beberapa versi cerita modern, wraith adalah jiwa yang gagal “berpindah” dengan tenang, terjebak di antara dunia hidup dan mati.
Wraith dalam Cerita Folklore di Berbagai Penjuru Dunia
Britania Raya: Pertanda Ajal yang Tak Terelakkan
Di Inggris dan Skotlandia, wraith dikenal sebagai penampakan seseorang sebelum kematiannya. Cerita-cerita lama menyebutkan bahwa melihat wraith anggota keluarga adalah peringatan agar bersiap menghadapi kehilangan.
Skandinavia: Bayangan Roh dan Ketakutan Kuno
Dalam mitologi Skandinavia, konsep wraith mirip dengan draugr atau roh gelisah. Meski tidak selalu identik, keduanya sama-sama digambarkan sebagai entitas yang terikat pada dunia fana dan membawa energi negatif.
Asia: Bayangan Jiwa dalam Cerita Timur
Di Asia, konsep wraith juga muncul dalam bentuk berbeda. Di Jepang, misalnya, ada ikiryō—roh orang hidup yang terlepas karena emosi ekstrem seperti cemburu atau dendam. Di beberapa cerita Nusantara, bayangan atau “penampakan diri” seseorang sebelum meninggal juga sering diceritakan secara turun-temurun.





Tinggalkan Balasan