“Anak-anak muda yang saya temui tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga membawa gagasan dan solusi. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pembangunan daerah. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan untuk terlibat dan diberi ruang untuk berkontribusi,” katanya.

Lebih lanjut, Wildan menilai penguatan peran generasi muda tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, partai politik, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat. Sinergi lintas sektor tersebut diyakini menjadi kunci dalam membangun ekosistem yang mampu melahirkan generasi muda yang kritis, inovatif, berintegritas, serta memiliki kapasitas kepemimpinan.

Sebagai anggota DPRD Kota Bekasi, Wildan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya berbagai kebijakan yang memberikan ruang lebih luas bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Ia berharap semakin banyak anak muda yang tidak hanya aktif menyampaikan aspirasi, tetapi juga siap menjadi bagian dari solusi melalui keterlibatan langsung di bidang politik, pemerintahan, maupun organisasi kemasyarakatan.

Ananditha Nursyifa
Editor