Tokoh seperti Semar dan Cepot misalnya, sering tampil sebagai pengingat nilai kejujuran dan kerendahan hati. Meski tampil lucu, pesan yang disampaikan justru dalam dan menyentuh.
Kritik Sosial dalam Cerita Wayang
Wayang Sunda juga dikenal sebagai media kritik sosial yang halus tapi ngena. Dalang sering menyelipkan sindiran tentang kondisi politik, ekonomi, atau perilaku masyarakat masa kini. Bedanya, kritik ini dibungkus humor, jadi terasa ringan tapi tetap mengena.
Wayang sebagai Media Pendidikan Karakter

Di era Kurikulum Merdeka, wayang kembali dilirik sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Banyak sekolah di Jawa Barat mulai menggunakan cerita wayang untuk mengajarkan nilai kejujuran, tanggung jawab, hingga toleransi.
Wayang dinilai efektif karena menyampaikan pesan melalui cerita, bukan ceramah. Anak-anak pun lebih mudah memahami dan mengingat nilai-nilai tersebut.
Relevansi Nilai Wayang di Kehidupan Modern
Meski berasal dari tradisi lama, nilai-nilai dalam wayang Sunda tetap relevan. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, wayang mengajarkan kita untuk lebih reflektif, menghargai proses, dan menjaga keseimbangan hidup.





Tinggalkan Balasan