Pemkot Bandung kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan ada atau tidaknya kontaminasi yang berkaitan dengan dugaan keracunan.
Farhan menjelaskan, proses pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu karena sampel harus melalui proses kultur untuk mengetahui jenis kontaminasi yang mungkin muncul.
“Karena kita ambil sampel makanan, itu segala macam dites di lab. Dites di lab itu untuk mengetahui sesuatu terkontaminasi atau enggak, mesti ada kultur,” jelasnya.
Menurut Farhan, hasil kultur tidak selalu dapat diketahui dalam waktu singkat. Oleh karena itu, Pemkot Bandung belum dapat menarik kesimpulan terkait penyebab dugaan keracunan tersebut.
Di sisi lain, Farhan mengatakan klaim mengenai ratusan orang yang disebut mengalami keracunan juga masih harus diverifikasi. Pemkot Bandung belum memastikan kebenaran angka tersebut karena data yang masuk ke Dinkes masih dalam proses pendataan dan pencocokan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan