Farhan menyebut, area pencucian alat makan perlu mendapat perhatian karena terdapat potensi kontaminasi bahan makanan dari sabun cuci maupun peralatan pencucian.

Selain itu, pengaturan penyimpanan bahan makanan beku dinilai belum menerapkan sistem first in first out (FIFO) secara jelas. Tempat penyimpanan makanan dingin juga belum dilengkapi alat pengukur suhu.

“Untuk bahan keringnya, khususnya penyimpanan minyak jelantah, tidak dalam kondisi tertutup. Penyimpanan bahan kimianya agar disediakan kontainer tertutup,” ujarnya.

Temuan lainnya berkaitan dengan proses pengolahan makanan. Petugas atau penjamah makanan disebut belum menggunakan masker. Restoran juga belum menyediakan bank sampel makanan, sementara kemasan makanan belum dilengkapi keterangan waktu kedaluwarsa.

Meski demikian, Farhan menyebutkan, terdapat sejumlah aspek yang dinilai sudah baik. Di antaranya kondisi general cleaning dan tempat sampah yang telah menggunakan sistem pedal kaki.

Rizki Oktaviani
Editor