Sampai di Satu Titik, Kamu Lupa Caranya Meminta Bantuan
Psikologi punya nama untuk ini: compassion fatigue, kelelahan emosional yang dialami oleh orang-orang yang secara terus-menerus memberikan empati dan dukungan kepada orang lain tanpa mendapat cukup dukungan balik. Dan ini merupakan kondisi yang nyata, terukur, dan semakin banyak diteliti.
Yang lebih diam-diam merusaknya ialah, semakin lama kamu menekan perasaanmu, semakin keras otak dan tubuhmu merespons. Sebuah kajian yang diterbitkan dalam International Journal of Creative Research and Thoughts (September 2025) menemukan bahwa suppression emosi yang berkepanjangan secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, gangguan autoimun, dan masalah gastrointestinal akibat dari aktivasi terus-menerus jalur stres dalam tubuh.
Lebih jauh, riset dalam Frontiers in Psychology (2025) mengkonfirmasi bahwa suppression ekspresi emosi berkorelasi negatif dengan kesejahteraan psikologis, kepuasan hidup, dan gejala depresi. Artinya: pura-pura kuat bukan hanya melelahkan secara emosional, tapi juga merusakmu secara fisik.
Dan ada satu gejala yang paling mengkhawatirkan dari semua ini: kamu lupa caranya meminta bantuan. Karena selama ini kamu selalu jadi yang diminta, bukan yang meminta. Meminta bantuan terasa asing. Terasa lemah. Terasa merepotkan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan