Dalam cerita rakyat Belitung, Penebok sering digunakan orang tua untuk menakut-nakuti anak-anak agar tidak bermain terlalu jauh dari rumah. Namun dalam film ini, teror tersebut berkembang menjadi jauh lebih brutal.
Setelah bangkit, Penebok mulai mengincar warga kampung satu per satu. Cara membunuhnya pun sangat sadis: menebas kepala korbannya dan membawa kepala tersebut sebagai tumbal.
Pendekatan horor seperti ini membuat film terasa lebih dekat dengan akar folklor Nusantara, di mana mitos lokal sering kali berkaitan dengan kutukan, tumbal, dan pelanggaran adat.
Danto Kembali ke Belitung
Di tengah situasi yang semakin mencekam, muncul karakter Danto yang diperankan Bhisma Mulia. Danto memutuskan kembali ke kampung halamannya di Belitung setelah mendengar rentetan kejadian aneh dan kematian misterius.
Kepulangannya bukan sekadar untuk mencari jawaban, tetapi juga untuk memahami asal-usul Penebok dan bagaimana cara menghentikannya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan