Jika dihitung secara total, jumlah tersebut tentu akan meningkatkan asupan kolesterol secara signifikan dibandingkan jika seseorang hanya makan satu butir telur ayam.
Inilah alasan mengapa telur puyuh sering dianggap sebagai makanan dengan kolesterol tinggi. Bukan semata-mata karena kandungan per butirnya, tetapi karena jumlah yang biasanya dikonsumsi jauh lebih banyak.
Bagaimana Kolesterol dari Makanan Memengaruhi Tubuh?
Selama bertahun-tahun, kolesterol dari makanan sering dianggap sebagai penyebab utama peningkatan kolesterol dalam darah. Namun penelitian nutrisi modern menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak selalu sesederhana itu.
Tubuh manusia sebenarnya memproduksi kolesterol sendiri di dalam hati. Kolesterol ini diperlukan untuk berbagai fungsi penting, seperti pembentukan hormon, produksi vitamin D, dan pembentukan membran sel.
Bagi sebagian besar orang sehat, kolesterol dari makanan tidak secara langsung meningkatkan kadar kolesterol darah secara drastis. Faktor lain seperti pola makan secara keseluruhan, konsumsi lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, serta faktor genetik justru memiliki pengaruh yang lebih besar.





Tinggalkan Balasan