Kata Budi, minuman aroma teh dan rasa yang terjaga itu cukup mudah dibuat baik oleh penjual ataupun konsumen. Cukup tiga langkah saja sobek, tuang, dan goyang. Tidak perlu dicelup-celup, saring-saring, dan juga tidak perlu menambah gula.
Karena membuat teh manis ini menjadi mudah, Budi pun mengajak pelaku UMKM terutama warung nasi dan warung Tegal untuk menjualnya. Pasalnya selain mendekatkan UMKM dengan konsumen, hal itu juga akan menjadi nilai lebih bagi UMKM karena biasanya konsumen mau membeli makanan yang di bundling dengan minuman.
“Jadi kalau beli makanan dengan minuman kan senang, nah kita ingin UMKM termotivasi bisa membuat makanan mereka lebih bagus dengan kreasi teajus yang gak cuma sebagai es teh manis tapi bisa dipadupadankan dengan yang lainnya. Kita sudah terapkan di warteg atau warnas, yang ada di lima kota Serang, Balaraja, Tanggerang, Bekasi, dan Bandung. Kita fasilitasi warteg dan warna ini buat branding mulai dari kemasan lebih bagus, spanduk, dan nama toko serta ada produk teajus nya. Sehingga secara bersaing produk itu lebih bagus karena menggunakan produk teh yang terjangkau, konsumen tidak perlu membayar mahal dan para pemilik warteg tidak kesusahan membuat teh manisnya. Acara hari ini juga mengapresiasi UMKM supaya lebih berkreasi lagi, memberikan yang terbaik buat konsumen,” imbuhnya.





Tinggalkan Balasan