Lutfhi mengakui bahwa taman tersebut tidak terpelihara dan kunjungannya kurang,
tidak ada aktivasi. Dan Wali Kota ingin ada beberapa wahana untuk menarik pengunjung, jadi perbaiki. Terlebih sudah hampir 10-12 tahunan , terakhir direaktifasi sebagai taman fitness.
Selain menambah wahana atau fasilitas, DPKP pun akan memperbaiki mushola dan toiletnya, termasuk parkir. Tetapi yang paling banyak itu seating area, untuk duduk-duduk warga di sana. Termasuk anak-anak dan mahasiswa, karena kebetulan dekat kawasan pendidikan, sehingga dominan seating area, plaza, bagai warga yang akan membuat acara.
Terkait penolakan sendiri kata Luthfi Jumat lalu dirapatkan di DPKP, dari Karang Taruna dan iibu RW. Untuk ketua RW sendiri sepakat.
“Kalau Bu RW sih oke. Namun menurut warga ternyata di situ sekarang ada dibentuk SSB. SSB sehingga harus ada fasilitas bagi anak-anak di sana untuk bermain bola. Makanya Pak Wali sudah statement nanti dikasih fasilitas di Tegalega atau Bandung Timur. Tapi intinya, aspirasinya kita tangkap. Makanya hasil rapat salah satu desain Taman Teuku Umar itu ada salah satu venue lapang mini soccer, seperti di Pasopati. Iya, betul tinggal sosialisasi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan