Terkait anggaran pergantian nama sendiri kata Farhan tidak sampai miliaran terlebih menggunakan anggaran rutin yang tidak besar dan biasa, anggaran tersebut berada di Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) serta Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar).

Nama baru atau tetap lama pun kata Farhan, tergantung dari kajian, pihaknya hanya dilapori bahwa ada kemungkinan beberapa taman ternyata memiliki dua nama atau alias.

Kajian penamaan taman tematik ini ditargetkan selesai bulan Maret mendatang karena biasnya kata dia, kajian itu mesti diuji akademis dahulu.

“Nah uji akademisnya mengundang perdebatan yang seru nih, kita lihat, supaya kita selalu berwacana, berani berwacana seperti 19 versus 33, bener teu?,” selorohnya.