“Syaratnya memang ketat sekali, tidak semua lembaga bisa menyanggupi,” ujarnya.

Pemkot Bandung sebelumnya telah mengundang sekitar 85 lembaga untuk terlibat dalam skema tersebut. Namun hingga saat ini, baru sebagian kecil yang memberikan respons positif.

“Yang memberikan sinyal minat baru sekitar empat lembaga. Tapi ini masih terus kita dorong,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkot Bandung telah mengajukan permohonan perpanjangan waktu pendaftaran kepada pemerintah pusat. Usulan itu diajukan agar proses seleksi dapat berjalan lebih optimal.

“Kita sudah mengajukan perpanjangan deadline sekitar satu bulan setelah 6 Mei,” jelas Farhan.

Meski demikian, Pemkot Bandung memastikan berbagai langkah antisipasi terus dilakukan agar pelaksanaan SPMB tetap berjalan sesuai rencana. Koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat dalam proses ini.

Farhan menyebut, kebijakan pembatasan shift dan penyesuaian sistem penerimaan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bandung, sekaligus memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan lebih tertib dan transparan.

Ananditha Nursyifa
Editor