Kemudian yang kedua, pihakny koordinasi dengan Dinas Sosial maupun Dinas Pendidikan terkait dengan kebutuhan siswa, mulai dari yang butuh alat bantu pendengaran, kursi roda, hingga membantu siswa yang belum terdaftar BPJS Kesehatan, dan membantu mengurus pembuatan Kartu Keluarga apabila belum ada.

Selanjutnya kata dia, tugas yayasan adalah bagaimana mendata penerima manfaat atau siswa-siswa ini terkait kebutuhannya apa saja, sehingga selain bisa tetap sekolah, juga keluarganya terbantu dengan mendapatkan bantuan sosial lainnya.

Disinggung terkait penerimaan siswa baru, Lidjin menyampaikan dari data di Dinas Pendidikan angka putus sekolah di dua kelurahan lebih dari 100 orang siswa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Hal itu karena akses jauh.

Alasan itu bagi Lidjin menjadi magnet untuk menarik minat anak-anak tersebut bersekolah di yayasannya.

“Mudah-mudahan dengan didekatkan layanan pendidikan dan kesehatan, ini juga bisa membantu orang tua untuk menyekolahkan anaknya kembali,” ujar relawan untuk program pemberdayaan masyarakat tersebut.

Rizki Oktaviani
Editor