Dalam prosesnya, siswa dilatih mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, merancang solusi, serta mempertimbangkan manfaat yang dapat dihasilkan. Pendampingan guru, keluarga, dan sukarelawan turut membantu peserta menyempurnakan gagasan mereka.

Proses tersebut sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa untuk berkontribusi bagi komunitas.

Dua tim terbaik dalam kompetisi nasional ini selanjutnya berhak mewakili Indonesia pada ajang tingkat Asia Pasifik yang dijadwalkan berlangsung November 2026. Mereka akan berkompetisi bersama peserta dari Hong Kong SAR, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Sebelum mengikuti kompetisi nasional, para peserta telah menjalani bootcamp daring untuk mengembangkan solusi literasi keuangan dan meningkatkan keterampilan presentasi. Mereka juga memperoleh pendampingan dari sukarelawan FWD Insurance guna mematangkan ide dan mempersiapkan pemaparan di hadapan juri.

Rizki Oktaviani
Editor