Melalui momentum Hardesnas, kata bupati, Sapoci Kades diharapkan menjadi gerakan inspiratif yang menegaskan bahwa mencintai desa berarti menjaga alamnya, hari ini dan untuk masa depan.
Menurutnya, sepasang pohon yang tumbuh akan menjadi saksi waktu, mengingatkan bahwa kepemimpinan yang baik meninggalkan jejak bukan dalam bentuk bangunan semata.
“Tetapi dalam kehidupan yang terus tumbuh, lestari, dan memberi harapan,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan desa tidak boleh berjalan sendiri. Melainkan harus tumbuh seiring dengan pelestarian alam, pemajuan kebudayaan, serta pelayanan publik yang humanis dan berkeadilan.
“Inilah pondasi desa yang kuat, berdaya saing dan berkelanjutan, desa yang maju tanpa kehilangan jatidiri, dan sejahtera tanpa mengorbankan masa depan,” katanya.
Lebih lanjut Kang DS menyampaikan kabar yang membanggakan bahwa berdasarkan indeks desa, desa-desa di Kabupaten Bandung terus menunjukkan kemajuan yang sangat positif.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan