Ia menjelaskan, total beras yang disalurkan dalam program tersebut mencapai 4.290 ton atau setara 4.290.000 kilogram. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan serentak di seluruh wilayah Kota Bandung agar bantuan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Gin Gin, program CPP tidak hanya memiliki fungsi perlindungan sosial, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Melalui pengelolaan cadangan pangan pemerintah, negara memiliki kemampuan untuk merespons berbagai kondisi, mulai dari kerawanan pangan hingga kebutuhan bantuan bagi kelompok rentan.
“Cadangan pangan pemerintah merupakan salah satu instrumen strategis dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pangan, stabilitas pasokan, dan keterjangkauan harga bagi masyarakat,” katanya.
Hingga 13 September 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di Kota Bandung telah mencapai 66,43 persen atau sebanyak 2.849.760 kilogram dari total alokasi yang tersedia. Sedangkan yang telah menerima bantuan mencapai 94.992 keluarga penerima manfaat yang tersebar di 22 kecamatan dan 91 kelurahan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan