“Setiap OPD harus punya kontribusi nyata terhadap target capaian Perlinsos Kota Bandung,” pintanya.

Di tingkat kewilayahan, Iskandar meminta para camat dan lurah yang berperan sebagai koordinator lapangan untuk menjadi pengendali pelaksanaan di wilayah masing-masing.

Potensi yang ada di setiap wilayah perlu dipetakan dan digerakkan, termasuk RT, RW, kader, relawan, sumber kesejahteraan sosial, serta unsur masyarakat lainnya.

Selain itu, korlap diminta memastikan agen di wilayahnya aktif, memahami sasaran dan tugas, serta melaporkan hasil pelaksanaan secara berkala.

Iskandar menyebut agen menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan Perlinsos di lapangan.

Agen diharapkan hadir untuk membantu masyarakat, memberikan informasi, mendampingi proses yang diperlukan, serta memastikan masyarakat yang menjadi sasaran dapat terlayani. Adapun rasio yang digunakan sekitar satu agen untuk mendata 170 KK.

Iskandar menekankan bahwa target 435.416 KK merupakan target bersama Pemerintah Kota Bandung, bukan target satu perangkat daerah.

Rizki Oktaviani
Editor