Menurut Salman, proses pengaktifan kembali TPST tidak bisa dilakukan secara instan karena memerlukan kesiapan administrasi dan teknis. Saat ini, DLH tengah melengkapi berbagai dokumen serta memastikan kesiapan infrastruktur agar operasional berjalan optimal.

Selain itu, kerja sama dengan berbagai pihak juga terus dilakukan, termasuk dengan TNI. Salah satu fasilitas pengolahan berada di lahan milik TNI, yakni di Secapa, yang saat ini sedang dalam proses koordinasi untuk diaktifkan kembali.

“Kita terus komunikasi untuk mengaktifkan teknologi pengolahan yang sudah terpasang di sana,” ujarnya.

Di sisi lain, DLH tetap mendorong pengurangan dari sumbernya melalui edukasi kepada masyarakat. Pengolahan limbah organik seperti komposting, rumah maggot, hingga pengolahan gas terus didorong agar berjalan konsisten di tingkat kewilayahan.

Rizki Oktaviani
Editor