Pemkot Bandung Kelola Ketahanan Pangan di Lahan Sempit
KOTA BANDUNG, Prolite – Ketahanan pangan kini tak hanya bisa dilakukan dilahan luas tetapi bisa dari gang-gang sempit yang selama ini dianggap tak punya ruang, muncul kebun kecil yang hidup.
Semisal cabai tumbuh di polybag. Kangkung menghijau di sudut tembok. Tomat merambat di rak bambu sederhana. Bahkan di beberapa rumah, kolam terpal berisi ikan lele menjadi penanda bahwa pangan bisa diproduksi bahkan dari ruang yang terbatas.
Pemandangan seperti itulah yang hari ini dikenal lewat Buruan SAE.
Bagi sebagian orang, Buruan SAE mungkin hanya terlihat sebagai program urban farming biasa. Namun bagi warga yang menjalaninya, ia jauh lebih dari sekadar menanam sayur di pekarangan. Ada perubahan cara pandang, perubahan kebiasaan, bahkan perubahan rasa percaya diri yang tumbuh bersama tanaman-tanaman itu.
“Di situlah makna Karasa SAE menjadi nyata. Dalam perkembangannya, Buruan SAE menjelma dan bermetafora menjadi bagian utama pengembangan program baru unggulan Pemerintah Kota Bandung yaitu Program ‘Karasa’ Sirkular Bandung Utama; Kang Pisman, Buruan SAE, dapur dasyat (dapur sehat atasi stunting),” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Gin Gin Ginanjar, di balai kota, Rabu 20 Mei 2026.
Masih kata Gin Gin Ginanjar, dalam bahasa Sunda, Karasa berarti terasa yang merupakan penggambaran sesuatu yang dirasakan. Dalam hal ini program tersebut terasa dampak nya untuk kebaikan seluruh masyarakat dan Kota Bandung bahkan mampu menginspirasi dunia.
Sedangkan SAE dimaknai sebagai baik, sehat, dan layak. Maka Karasa SAE sesungguhnya bukan slogan administratif yang berhenti di baliho kegiatan. Ia adalah pengalaman yang benar-benar dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari.
“Rasa itu hadir ketika seorang ibu rumah tangga tidak lagi terlalu khawatir dengan harga cabai yang terus naik di pasar. Sebab di halaman rumahnya sendiri, beberapa batang cabai mulai berbuah. Ada kangkung yang bisa dipetik sewaktu-waktu. Ada sereh yang tumbuh tanpa harus dibeli lagi.
Hal-hal kecil seperti itu mungkin tampak sederhana. Tetapi bagi banyak keluarga, itu berarti pengeluaran dapur yang sedikit lebih ringan. Dan di tengah situasi ekonomi yang tidak selalu mudah, rasa ringan itu menjadi sangat berarti,” ucapnya.
Karasa SAE juga hadir dalam bentuk yang kesadaran bagi anak-anak yang tumbuh di lingkungan Buruan SAE mulai mengenal bagaimana pangan diproduksi. Mereka belajar bahwa sayuran tidak muncul begitu saja dari rak supermarket atau kantong plastik pasar.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan