Ditambahkan Kepala Dinas Kota Bandung Sony Adam bahwa saat perokok usia anak-anak sekitar 15 persen. Lebih banyak merokok tembakau ketimbang cape, hal itu karena kemungkinan vape masih kemahalan.
“Dampak paling dekat dimana uang digunakan banyak untuk rokok bukan produktif untuk kegiatan olahraga, makanan bergizi, membeli buku. Jadi karena dorongan zat adiktif nya itu lah mereka senantiasa memprioritaskan membeli rokok. Jangan coba-coba untuk merokok ada zat nikotin, yang apabila sudah mulai akan terus berlanjut,” tegasnya.
Perokok anak ini kata Sony mulai dari anak-anak usia SD hingga SMA bahkan balita. Untuk pengawasan sendiri, Sony sudah meminta para kepala sekolah dan guru untuk senantiasa menganjurkan anak-anak didiknya jangan memulai merokok dan memberikan contoh tidak merokok.
“Ciri anak sudah merokok, bisa dari bau juga sudah tercium ya, lalu pola jajan juga. Dan uang jajan bertambah. Di semua puskesmas kota ada klinik teraphy berhenti merokok, bagi yang mau berhenti,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan