“Oleh karena itu, hal ini akan kita jaga,” tegasnya.

Lantas hubungannya dengan stunting, kata Farhan, air bersih menjamin turunnya angka stunting, sedangkan air kotor meningkatkan angka stunting.

Oleh karena ini, Pemkot Bandung menggandeng yayasan Plan Internasional Indonesia merupakan NGO internasional, untuk menangangi masalah-masalah tersebut.

Yayasan ini kata Farhan sangat berpengalaman dalam membantu pemerintah mengatasi berbagai masalah sosial, termasuk di negara-negara Asia Tenggara.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung ingin berkomitmen untuk bersama-sama membangun platform dengan fokus utama pada penanganan stunting, karena kita sedang mengejar target zero new stunting,” ujarnya.

Prevalensi stunting di Kota Bandung, sendiri masih 22% atau masih sangat tinggi. Kemudian TBC sekitar 18.000 kasus,

“Ini berhubungan erat sekali. Hal-hal yang mempengaruhi hal itu di antaranya ialah sanitasi lingkungan yang masih belum baik, kemudian masalah pemerataan ketersediaan gizi. Nah ini salah satu upaya kita untuk menangani ketimpangan sosial yang memang lumayan besar di Kota Bandung,” paparnya seraya mengatakan angka stunting tiap tahun di kota Bandung belum stabil menurun masih naik-turun.

Rizki Oktaviani
Editor