Ia menambahkan, sejumlah OPD yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas SDM turut dilibatkan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan perempuan dan anak.
“Misalnya dari Dinas Pendidikan, kita dorong agar layanan pendidikan benar-benar maksimal, jangan sampai masih ada masyarakat yang tidak mengakses pendidikan. Dari Dinas Kesehatan juga bagaimana pelayanan kesehatan bisa optimal,” katanya.
Selain itu, isu kependudukan dan keluarga berencana (KB), penanganan stunting, hingga peran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) juga menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut.
“Semua itu berkaitan dengan kualitas SDM masyarakat. Termasuk juga kepemudaan dan penyediaan ruang publik yang mendukung aktivitas masyarakat,” imbuhnya.
Dalam evaluasi pelaksanaan program sebelumnya, Rizal mengakui masih terdapat sejumlah capaian yang belum optimal. Salah satunya adalah belum meratanya layanan puskesmas 24 jam di seluruh kecamatan di Kota Bandung.
“Masih ada kekurangan, misalnya puskesmas 24 jam yang belum merata di 30 kecamatan. Ini menjadi catatan penting dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan