Tari Jaipong, misalnya, meski enerjik, tetap memiliki pola gerakan yang terstruktur dan penuh kontrol. Wayang golek bukan hanya hiburan, tapi juga sarana kritik sosial yang disampaikan dengan cara halus dan penuh humor.
Nilai filosofis dalam kesenian daerah Sunda juga terlihat dalam konsep “someah hade ka semah” yang berarti ramah kepada tamu. Banyak pertunjukan seni digelar untuk menyambut tamu atau perayaan bersama.
Di era digital sekarang, seni Sunda juga beradaptasi tanpa kehilangan akar filosofinya. Banyak kreator muda memadukan musik tradisional dengan aransemen modern, tapi tetap mempertahankan nilai harmoni dan kebersamaan.
Relevansi di Tahun 2026: Kenapa Masih Penting?
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan individualistis, nilai-nilai dalam kesenian Sunda justru terasa makin relevan.
Konsep silih asah, silih asih, silih asuh mengajarkan kolaborasi dan empati. Harmoni dengan alam mengingatkan kita pada pentingnya keberlanjutan lingkungan. Spirit gotong royong menjadi jawaban atas budaya kompetitif yang kadang melelahkan.





Tinggalkan Balasan