Kalau kamu pernah melihat pertunjukan angklung massal, kamu pasti sadar satu hal: tidak mungkin dimainkan sendirian.
Setiap orang memegang satu atau dua nada. Agar menghasilkan melodi indah, semua pemain harus kompak dan saling mendengarkan. Ini adalah simbol nyata dari gotong royong.
Nilai filosofis dalam kesenian daerah Sunda sangat menekankan kebersamaan. Tidak ada yang lebih dominan, tidak ada yang merasa paling penting. Semua punya peran masing-masing.
Dalam pertunjukan wayang golek, meskipun dalang menjadi pusat perhatian, tetap ada tim musik gamelan yang mendukung. Semua bergerak dalam harmoni.
Spirit kolektif ini selaras dengan karakter masyarakat Sunda yang dikenal ramah, santun, dan mengutamakan musyawarah.
Seni sebagai Refleksi Karakter Masyarakat Sunda
Kesenian selalu menjadi cermin masyarakatnya. Dalam konteks Sunda, karakter lemah lembut, rendah hati, dan penuh tata krama tercermin dalam gerak tari, pilihan nada, hingga struktur cerita.





Tinggalkan Balasan