Yuk, kita kupas lebih dalam apa saja nilai filosofis dalam kesenian daerah Sunda yang membuatnya begitu bermakna.
Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh: Fondasi Kehidupan Orang Sunda

Kalau kamu pernah mendengar pepatah Sunda “silih asah, silih asih, silih asuh”, itulah inti filosofi masyarakat Sunda.
Silih asah berarti saling mengasah atau saling berbagi ilmu. Dalam konteks kesenian, ini terlihat dari bagaimana keterampilan memainkan angklung, kecapi, atau wayang golek diwariskan dari generasi ke generasi. Proses belajar tidak individualistis, melainkan kolektif.
Silih asih berarti saling mengasihi. Nilai ini tercermin dalam lirik-lirik lagu Sunda yang lembut dan penuh empati. Banyak tembang Sunda menggambarkan kasih sayang keluarga, cinta tanah air, dan penghormatan terhadap orang tua.
Silih asuh berarti saling membimbing dan menjaga. Dalam kelompok seni tradisional, hubungan antara guru dan murid tidak hanya sebatas teknik, tapi juga pembentukan karakter.





Tinggalkan Balasan