Dalam metode Montessori, lingkungan belajar bukan sekadar ruang fisik, tapi bagian aktif dari proses pendidikan. Konsep ini dikenal sebagai prepared environment atau lingkungan yang disiapkan.
Ruang kelas Montessori biasanya ditata dengan furnitur berukuran anak, rak terbuka, dan alat peraga yang bisa diakses tanpa bantuan orang dewasa. Tujuannya sederhana tapi mendalam: memberi pesan psikologis bahwa anak dipercaya dan mampu.
Alat belajar Montessori dirancang khusus untuk melibatkan banyak indra—visual, sentuhan, hingga gerak. Pendekatan ini sejalan dengan temuan psikologi modern yang menekankan pentingnya experiential learning dan pembelajaran sensorimotor pada anak.
Menariknya, kelas Montessori juga sering menggabungkan anak dari berbagai usia dalam satu ruangan. Interaksi lintas usia ini membantu perkembangan sosial, empati, dan keterampilan kerja sama. Anak yang lebih besar belajar menjadi panutan, sementara yang lebih kecil mendapatkan model belajar secara alami.
Pengaruh Metode Montessori Hingga Kini
Hingga tahun 2026, metode Montessori telah digunakan di ribuan sekolah di seluruh dunia—dari Eropa, Amerika, hingga Asia. Bahkan, banyak tokoh dunia seperti pendiri perusahaan teknologi dan pemimpin global yang diketahui pernah mengenyam pendidikan berbasis Montessori.





Tinggalkan Balasan