Salah satu prinsip paling terkenal dari metode Montessori adalah keyakinan bahwa anak bukan gelas kosong yang harus diisi, melainkan individu aktif yang sedang membangun dirinya sendiri. Ada beberapa prinsip utama yang menjadi fondasi pendekatan ini.
Pertama, kemandirian. Dalam kelas Montessori, anak dilatih untuk melakukan banyak hal sendiri—mulai dari memilih aktivitas, merapikan alat belajar, hingga menyelesaikan tugas sesuai ritme mereka. Dari sudut pandang psikologi, ini membantu membangun self-efficacy dan rasa percaya diri sejak dini.
Kedua, kebebasan dalam batasan. Anak memang bebas memilih aktivitas, tetapi tetap ada aturan yang jelas. Kebebasan ini bukan tanpa arah, melainkan dirancang agar anak belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihannya.
Ketiga, menghormati tahap perkembangan anak. Montessori menekankan bahwa setiap anak memiliki sensitive periods—fase perkembangan di mana mereka sangat peka terhadap keterampilan tertentu, seperti bahasa, gerak, atau keteraturan. Pembelajaran akan jauh lebih efektif jika disesuaikan dengan fase-fase ini.
Lingkungan Belajar yang Disiapkan: Kelas yang Berbicara pada Anak






Tinggalkan Balasan