Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Rollo May juga banyak berbicara tentang konsep authenticity atau keaslian diri.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar manusia adalah menjadi dirinya sendiri di tengah berbagai tekanan sosial. Banyak orang menjalani hidup berdasarkan ekspektasi orang lain, tren sosial, atau standar masyarakat, hingga akhirnya kehilangan identitas pribadinya.

Dalam bukunya Man’s Search for Himself, May menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan mendasar untuk menemukan jati diri dan makna hidupnya sendiri. Ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, seseorang dapat mengalami perasaan kosong, terasing, dan kehilangan arah.

Pemikiran ini terasa sangat relevan di era media sosial saat ini, ketika banyak orang merasa harus terus tampil sempurna demi mendapatkan pengakuan dari lingkungan.

Peran Rollo May dalam Ilmu Psikologi

Kontribusi terbesar Rollo May adalah memperkenalkan dan mempopulerkan psikologi eksistensial di Amerika Serikat. Ia membantu membawa pemikiran eksistensial dari filsafat ke dalam dunia psikologi dan psikoterapi modern.

May juga menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan psikologi humanistik bersama tokoh-tokoh besar seperti Abraham Maslow dan Carl Rogers. Namun berbeda dengan pendekatan humanistik yang lebih fokus pada aktualisasi diri, May lebih banyak membahas sisi-sisi kehidupan yang sulit, seperti kecemasan, konflik batin, kematian, dan kesepian.

Karena kontribusinya tersebut, ia menerima berbagai penghargaan bergengsi dari American Psychological Association (APA), termasuk penghargaan atas kontribusi seumur hidup dalam bidang psikologi.

Ananditha Nursyifa
Editor