Beberapa penelitian psikologi kognitif menunjukkan bahwa paparan berlebihan terhadap konten digital berdurasi pendek dapat memengaruhi rentang perhatian dan kemampuan fokus jangka panjang.
Ini bukan berarti gadget adalah musuh. Teknologi justru bisa menjadi alat literasi yang efektif jika digunakan dengan bijak. Namun tanpa kontrol dan pendampingan, distraksi digital menjadi salah satu penyebab utama rendahnya minat baca siswa.
Minimnya Akses Bahan Bacaan yang Menarik
Faktor lain yang sering terlewat adalah ketersediaan bahan bacaan yang relevan dan menarik bagi siswa.
Di beberapa daerah, akses terhadap perpustakaan yang memadai masih terbatas. Koleksi buku sering kali tidak diperbarui secara rutin atau kurang sesuai dengan minat generasi saat ini.
Siswa generasi 2026 tumbuh dengan paparan budaya populer global, teknologi, dan isu-isu kekinian. Jika bahan bacaan yang tersedia terasa ketinggalan zaman atau tidak relatable, wajar jika mereka kurang tertarik.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan