Dalam Islam, setiap fase perkembangan dipandang sebagai amanah. Anak bukan miniatur orang dewasa, melainkan individu yang sedang tumbuh dan perlu diperlakukan sesuai tahapannya. Konsep tarbiyah menekankan proses bertahap, penuh kesabaran, dan kasih sayang.

Penelitian-penelitian terbaru hingga 2026 juga menunjukkan bahwa pendekatan spiritual yang sehat dapat mendukung perkembangan psikologis, terutama dalam membangun makna hidup, kontrol diri, dan kesehatan mental. Di sinilah psikologi Islam dan psikologi perkembangan modern saling melengkapi.

Dengan menggabungkan keduanya, pembentukan kepribadian menjadi lebih utuh: tidak hanya adaptif secara sosial, tapi juga kuat secara moral dan emosional.

Saatnya Membentuk Kepribadian yang Utuh dan Bermakna

Psikologi Islam mengingatkan kita bahwa kepribadian bukan sekadar citra diri, tapi cerminan nilai yang hidup di dalam hati. Dengan menjadikan akhlak sebagai fondasi, keluarga sebagai lingkungan utama, dan pendidikan karakter berbasis nilai Islam, kita bisa membentuk kepribadian yang seimbang dan berdaya.

Ananditha Nursyifa
Editor