Dalam psikologi Islam, konsep akhlak menempati posisi sentral dalam pembentukan kepribadian. Akhlak bukan hanya soal sopan santun, tapi mencakup sikap batin, niat, dan konsistensi perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW sendiri menegaskan bahwa salah satu tujuan diutusnya beliau adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Akhlak dalam Islam terbentuk dari kesadaran hati (qalb) yang terhubung dengan nilai tauhid. Artinya, perilaku baik bukan sekadar karena tekanan sosial atau aturan, melainkan karena kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki nilai moral dan spiritual. Dalam psikologi modern, ini sejalan dengan konsep internal locus of control, yaitu dorongan dari dalam diri, bukan dari luar.
Ketika akhlak menjadi fondasi, kepribadian yang terbentuk cenderung stabil. Individu tidak mudah goyah oleh situasi, karena ia punya kompas nilai yang jelas. Inilah yang membuat psikologi Islam menekankan pembinaan akhlak sejak dini sebagai investasi kepribadian jangka panjang.
Peran Keluarga dan Lingkungan dalam Membentuk Kepribadian
Psikologi Islam memandang keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak. Lingkungan rumah menjadi tempat awal pembentukan nilai, kebiasaan, dan cara berpikir. Anak belajar bukan hanya dari nasihat, tapi dari contoh nyata yang ia lihat setiap hari.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan