Orang tua yang menampilkan akhlak baik, komunikasi hangat, dan nilai keislaman dalam keseharian secara tidak langsung sedang membentuk kepribadian anak. Dalam perspektif psikologi perkembangan, hal ini sejalan dengan teori belajar sosial yang menekankan peran modeling atau peniruan perilaku.
Selain keluarga, lingkungan sosial juga berperan besar. Teman sebaya, sekolah, dan media digital bisa memperkuat atau justru melemahkan nilai yang sudah ditanamkan. Karena itu, psikologi Islam menekankan pentingnya lingkungan yang sehat secara moral dan emosional. Bukan berarti menghindari dunia luar, tapi membekali individu dengan filter nilai agar mampu menyaring pengaruh negatif.
Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Islam

Pendidikan karakter dalam Islam tidak berhenti di ranah kognitif. Ia menyentuh aspek afektif dan perilaku. Tujuannya bukan sekadar membuat anak tahu mana yang benar, tapi mampu dan mau melakukan kebaikan secara konsisten.





Tinggalkan Balasan