• Berikan pertanyaan yang memiliki lebih dari satu jawaban.
  • Ajak anak mencari beberapa solusi untuk satu masalah.
  • Jangan buru-buru mengatakan “jawabanmu salah” ketika idenya berbeda.
  • Berikan kesempatan membuat proyek dengan caranya sendiri.
  • Tanyakan, “Ada cara lain nggak?”
  • Hargai proses berpikir, bukan hanya hasil akhirnya.

Kelas yang kreatif bukan berarti kelas yang selalu berisik atau penuh aktivitas seni. Yang lebih penting adalah adanya ruang bagi siswa untuk berpikir, mengeksplorasi, dan mencoba kemungkinan baru.

Pendidikan Kreatif: Bukan Memberi Jawaban, tapi Membuka Kemungkinan

Pada akhirnya, pemikiran Torrance memberikan satu pesan penting bagi dunia pendidikan: jangan terlalu cepat memberi batas pada kemampuan kreatif seseorang.

Kreativitas bukan tombol yang hanya dimiliki sebagian anak. Ia merupakan potensi yang dapat muncul dalam berbagai bentuk dan dapat terus dikembangkan melalui pengalaman belajar yang mendukung.

Bahkan, kajian tentang TTCT menempatkan kreativitas sebagai salah satu kemampuan penting yang perlu dikembangkan untuk menghadapi dunia yang semakin kompleks dan tidak terduga.

Jadi, lain kali ketika seorang anak memberikan jawaban yang berbeda dari biasanya, mungkin kita tidak perlu langsung berkata, “Salah.”

Coba tanyakan dulu:

“Menarik. Coba ceritakan, kenapa kamu kepikiran cara itu?”

Bisa jadi, di balik jawaban yang terlihat “aneh”, sedang tumbuh sebuah cara berpikir yang kreatif.

Ananditha Nursyifa
Editor