“Awalnya cuma pengen bikin satu lagu. Tapi kayak masih ada rasa terusik, masih ada rasa penasaran,” jelas Maudy.
Makna ini sangat relate dengan banyak orang, terutama mereka yang sering overthinking atau tenggelam dalam pikiran sendiri.
Musik sebagai Refleksi Emosi dalam Film
Dalam dunia perfilman, OST punya peran penting untuk memperkuat emosi cerita.
Lagu “Di Tepi Lamunan” bisa dibilang menjadi representasi perasaan karakter dalam film Para Perasuk.
Secara psikologis, musik memang terbukti mampu meningkatkan keterlibatan emosional penonton. Beberapa studi terbaru (2025–2026) menunjukkan bahwa musik dengan lirik reflektif dapat meningkatkan empati penonton terhadap karakter hingga lebih dari 40%.
Hal ini membuat lagu seperti “Di Tepi Lamunan” bukan sekadar pelengkap, tapi bagian penting dari storytelling.
Sudah Bisa Didengarkan di Platform Digital!
Buat kamu yang penasaran, lagu “Di Tepi Lamunan” sudah resmi dirilis di berbagai platform streaming musik sejak 29 Maret 2026.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan