Rinciannya terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3.828.002.508.247,00 dan Pendapatan Transfer sebesar Rp2.685.451.275.582,00.

Seiring dengan berkurangnya target pendapatan, Belanja Daerah juga mengalami penyesuaian. Anggaran belanja yang sebelumnya sebesar Rp6.908.629.988.948,00 menjadi Rp6.697.252.729.008,00, atau turun sebesar 3,06%.

Alokasi belanja tersebut terbagi atas Belanja Operasi sebesar Rp5.529.680.555.712,00, Belanja Modal sebesar Rp1.152.572.173.296,00, serta Belanja Tidak Terduga sebesar Rp15.000.000.000,00.

Sementara itu, pada sektor Pembiayaan Daerah, penerimaan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp210.798.945.179,00 yang bersumber dari SILPA BLUD UPTD PALD sebesar Rp1.000.000.000,00 dan SILPA PAD sebesar Rp209.798.945.179,00.

Adapun pengeluaran pembiayaan sebesar Rp27.000.000.000,00 dialokasikan untuk penyertaan modal tiga BUMD, yaitu PT Sinergi Patriot Bekasi sebesar Rp9,894 miliar, PT Bank Syariah Patriot sebesar Rp10,106 miliar, dan PT Mitra Patriot sebesar Rp7 miliar.

Rizki Oktaviani
Editor