“Paradigma lama harus kita ubah. Sampah tidak cukup hanya diangkut, tetapi harus habis dan diolah hari itu juga,” ujar Wali Kota di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, selama ini pengelolaan sampah terlalu berfokus pada pengangkutan, sehingga masyarakat cenderung merasa cukup dengan membayar retribusi.
Pola pikir tersebut, menurutnya, sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Pemilahan adalah langkah paling sederhana, namun paling menentukan.
Ia memberikan contoh sederhana bagaimana satu jenis makanan dapat menghasilkan beberapa jenis yang seharusnya dipisahkan sejak awal.
Ia mengakui bahwa perubahan ini tidak mudah dan tidak akan memberikan hasil instan.
Namun ia yakin perubahan paradigma merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan.
“Ini bukan pekerjaan satu atau dua tahun. Ini pekerjaan peradaban,” ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas wilayah, lintas OPD, dan partisipasi aktif masyarakat, Wali Kota optimistis Kota Bandung mampu keluar dari krisis dan membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.





Tinggalkan Balasan