Secara etimologis, sabar berarti menahan atau mengendalikan. Dalam tafsir klasik maupun kontemporer, sabar dibagi menjadi tiga:
- Sabar dalam ketaatan
- Sabar dalam menjauhi maksiat
- Sabar dalam menghadapi ujian
Yang menarik, sabar bukan berarti menyerah. Justru sabar adalah bentuk active endurance, yaitu bertahan dengan kesadaran dan keyakinan.
Dalam Psikologi Islam, sabar berkaitan dengan:
- Kontrol diri (self-control)
- Keteguhan hati (steadfastness)
- Optimisme spiritual
Ayat yang sering dikaitkan dengan ketahanan mental adalah bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar. Secara psikologis, keyakinan bahwa seseorang tidak sendirian dalam ujian meningkatkan coping mechanism dan mengurangi kecemasan.
Hubungan Sabar dan Resiliensi: Perspektif Psikologi Modern

Dalam psikologi kontemporer, resiliensi didefinisikan sebagai kemampuan untuk bangkit kembali dari kesulitan.
Menurut penelitian psikologi positif yang berkembang pesat hingga 2026, resiliensi bukan sifat bawaan, tetapi keterampilan yang bisa dilatih.





Tinggalkan Balasan